Nggaya Sejenak

Nggaya Sejenak

Mengatur gaya si kecil di depan kamera itu gampang-gampang susah.
Tidak seperti orang dewasa yang mana pengarahan gaya begitu mudah merespond / mudah diajak kerjasama, atau bahkan tanpa dikomando pun dia sudah bergaya “secara” alami.

Si kecil, lain lagi, butuh suasana hati yg benar-benar mendukung sebelum diambil gambarnya. Kelebihan lain dari pengambilan foto si kecil adalah, natural dan kesanya tidak dibuat-buat.

Sebagai tambahan informasi bahwa foto ini diambil dengan menggunakan Kamera HP Sony Ericson Xperia 3 MP, sehingga tentunya detail gambar dirasa masih kurang.

Reward

Suatu Reward  akan justru menjadi boomerang bagi atasan jika cuma selalu dalam bentuk sanjungan dan ucapan terimakasih kepada seorang anak buah dalam keberhasilanya apalagi dia sudah terlalu sering membantu atasanya unt mencapai kesuksesan bersama.

image

Posted from WordPress for Android

eta centil aura

Posted by ShoZu

PUASA PRAPASKAH PERLUKAH ?

40 hari, Jesus berpuasa di padang gurun

40 hari, Jesus berpuasa di padang gurun

Tak jarang orang akan bertanya, apa benar jemaat Kristen tidak pernah mewajibkan umatnya untuk berpuasa?

Berikut adalah sebuah artikel tentang penjelasan bagaimana puasa dilaksanakan?, selama berapa lama?, siapa yang harus ikut?, apa sebenarnya puasa itu bagi umat Kristen?, perlukah itu dilakukan?

Silahkan download artikel dibawah ini dalam format .pdf.
puasa-prapaskah

Smoga bermanfaat.

Seberapa Pentingkah Ucapan Salam itu?

Setiap kali kita berjumpa dengan seseorang, entah itu teman, orang tua, atau bahkan ketika jadi pembicara dalam suatu forum, pastilah kita mengucapkan salam dan yang kita salamipun akan membalas salam balik kepada kita.

Demikian pula disaat kita membuka percakapan dalam telephone, dan selesai berbicara pun juga diakiri dengan pengucapan salam.

Bisa jadi pengucapan salam itu sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan bermasyarakat ini. Istilah “kerennya” bisa disamakan dengan Greeting. Dan masing-masing pengucapan salam juga tergantung dari budaya atau tradisi atau bahkan kelompok agama tertentu.

Nah, permasalahan itu timbul jika ucapan salam itu sudah terlanjur ditujukan kepada seseorang yang “kurang” tepat, dalam arti bahwa orang tersebut bukan merupakan bagian dari agama tertentu. Trus, bagaimana donk kita harus menyikapinya? Apakah kita tidak membalas ucapan salam tersebut? Apakah kita hanya mau mengucapkan salam hanya bagi seseorang yang satu iman dengan kita saja?

Berikut adalah sedikit artikel (dalam format .pdf) tentang tradisi pengucapan salam serta magnanya ditinjau dari sudut pandang Yahudi, Kristen dan Islam. Artikel ini hanyalah sekedar bacaan untuk menambah wawasan kita agar jangan sampai terjadi salah paham hanya karena pengucapan salam yang keliru terhadap seseorang yang dirasa kurang “tepat”.  Disamping itu juga penulis megharapkan agar kita semua lebih memagnai arti pengucapan salam itu daripada hanya sekedar kebiasaan ucapan yang keluar dari bibir kita, kosong dan tanpa arti. Semoga bermanfaat itu saja.

ucapan-salam

asking for handshake

Lilin Harapan

candlejesusSuatu saat saya merasa putus asa. Mungkin dalam kehidupan anda pun pernah mengalami demikian. Namun ditengah keputusasaan ada sedikit “harapan” untuk tidak terus merenungi kegagalan tersebut.

Tidak hanya dalam kehidupan pribadi atau keluarga, dalam bermasyarakat pun mungkin banyak rakyat kecewa dengan sistem pemerintahan kita. Kebutuhan terus melonjak, belum lagi para politikus terus mengumbar janjinya untuk memperoleh dukungannya. Di sisi lain bencana banjir, tanah longsor semakin menambah beban kita semua untuk terus mengelus dada. Kasus lain lagi, demo terus berkelanjutan antara mahasiswa dengan pihak rektorat, bentrok dengan kepolisian. Perceraian melonjak, perang statement antara pengacara satu dengan lainnya. Kasus baru-baru ini, munculnya “dukun tiban” cilik dari jombang yang sempat meresahkan para pemuka agama.

Rasanya sudah tidak ada lagi kedamaian, iman dan cinta kasih diantara kita. Benarkah demikian?

Berikut ada sedikit ilustrasi slide yang mungkin bisa “mengobarkan” kembali IMAN, KEDAMAIAN dan CINTA kita yang mulai redup diterpa kepayahan akan waktu yang terus bergulir ini.

Smoga bermanfaat.

Wanita yang dicintai suamiku …

male+female

male+female

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman email dari seorang teman. Tadinya saya pikir ini email apaan kok begitu panjang seperti sebuah cerpen. Saya pun enggan membacanya, karena kesibukan lainya.  Saya yakin pembaca pun demikian jika menerima email yang terlalu panjang, pasti agak malas membacanya.

Namun semakin saya abaikan, saya jadi penasaran ingin membacanya couplesetelah itu.  Apalagi dengan judul yang menggoda selera untuk ‘mengeksplorasinya’ (biasa sifat lelaki). Singkat cerita tanpa disadari, emosi kelaki-lakian saya pudar, saya terhanyut dan tersentuh dengan cerita tsb. Bukan karena kisah yg menyedihkan, bukan pula cerita yang romantis. Namun dibalik itu semua, saya ambil hikmah nya. Ternyata “cinta” itu tidak bisa dipaksakan (possesive), “cinta” itu tidak selalu menuntut ini dan itu, dan “cinta” itu bukanlah sisi romantis saja. Atau “susana” yang indah melulu. Tapi cinta butuh pengorbanan, mau mengerti dan selalu peduli, bukan sebaliknya. Walaupun sulit rasanya untuk melakukannya. Rasanya mudah untuk diucapkan dan hanya angan dalam wicara namun sia-sia dalam perbuatan. Itulah kita. Saya sendiri pun demikian. Namun tak ada salahnya kalau kita belajar dari cerita ini. Tak ada salahnya untuk merubah “perbuatan cinta” kita yang “salah” selama ini terhadap pasangan kita, atau sekeliling kita.

Tanpa banyak basah-basih lagi, silahkan baca sendiri di link berikut. ‘Moga bermanfaat.

cinta-belakangan

Chocolate - Strawberry

Chocolate - Strawberry