SEJARAH KONFLIK TIMUR TENGAH

I wish this people can make peace

I wish this people can make peace

Terlepas dari beberapa pendapat tentang mana yang benar dan yang salah, berikut saya coba postingkan tulisan yang saya sadur dari teman-teman blogger. Dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa penulisan artikel akan suatu objek tentunya dipengaruhi oleh latar belakang penulisnya. Pendidikan, Agama, Politik, Ras/Suku atau bahkan lingkuan keseharian yang dihadapinya. Namun sangat disayangkan jika para pembaca terprofokasi untuk menilai (dalam arti mengumpat) akan objek yg ditulisnya tanpa melihat “siapa” penulis buku tersebut. Karena, masih banyak buku-buku atau bahkan artikel yang mencoba menyudutkan suatu pandangan tertentu tanpa melihat kebenaran yang sesungguhnya. Dan parahnya kita ‘endorse’ saja dalam arti setuju terhadap apa yg ditulisnya. Dan tidak salah jika mata penah sesungguhnya lebih tajam dari sebilah pedang.

Berikut salah satu tulisan dari seseorang yg kebetulan di postingkan di friendster terhadap isi buku “On the Hills of GOD” oleh Ibrahim Fawal

on-the-hill-of-god3Sebagai seorang Kristen yang dibesarkan dalam lingkungan Kristen AGAK Fundamentalis, awalnya dalam konflik Israel Palestina, gue memihak Israel. Mengapa? karena dalam Alkitab, yang disebut-sebut adalah Bangsa Israel bukan palestina, jadi gue berpendapat tanah yang diperebutkan itu adalah tanah Israel.

Akan tetapi, novel ini benar-benar mengubah pemikiran gue 180 derajat.

Fawal mengisahkan bahwa sebelum kedatangan kaum Zionis, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup rukun dan damai di atas tanah Palestina. Ini diceritakan melalui persahabatan Yousif(Kristen), Amin(Islam), dan Isaac(Yahudi) di kota Ramallah. Mereka bersahabat dan saling menghormati satu sama lain. Sampai akhirnya kedatangan kaum Zionis yang menginvasi Palestina tahun 1948 menyebabkan orang Yahudi yang tak bersalah di Palestina mulai terpojokkan karena tindakan saudara mereka yang bernaung di bawah bendera Zionis. Akhirnya Isaac tak hanya terpisah dari kedua sahabatnya tetapi juga harus mati karena keserakahan kaum Zionis.

Novel ini membuka mata gue betapa orang Zionis, menurut gue, memanfaatkan momentum holocaust sebagai kendaraan untuk meraih simpati masyarakat internasional agar bisa tinggal di satu daerah yang diperuntukkan bagi kaum Yahudi, dan wilayah yang dipilih adalah wilayah yang notabene asal mereka yaitu Palestina. Tak peduli harus memakai jalur kekerasan, mereka dengan liar menginvasi tanah Palestina.

dapet, yaitu kita harus membedakan kaum Yahudi dengan kaum Zionis. Memang Zionis adalah organisasi politik Yahudi, tapi tidak semua orang Yahudi memiliki pemikiran dan hati nurani selicik dan sekeji kaum Zionis.

Buat orang yang ingin lebih memahami lagi tentang konflik Israel-Palestina, buku ini mungkin bisa anda jadikan referensi tambahan yang pastinya akan membuka mata dan hati anda…

SALAM!

Silahkan anda komentari sendiri…

Advertisements

5 Comments

  1. Banyak pakar sejarah Eropa mengatakan bahwa HOLOCAUST itu tidak pernah ada, itu hanya akal-akalan kaum ZIONIS utk meligitimasi tindakan mereka merebut simpati bangsa2 di dunia, tapi itulah dunia dan kehidupannya ada hitam ada putih, ada siang adada bangsa yg cinta damai ada juga bangsa yg suka menindas bangsa lain seperti ZIONIS & gedibalnya yakni AMERIKA. pertanyaannya MASIKAH KITA MEMPERCAYAI MEREKA?

  2. Ya, terlepas dari pandangan para sejarawan, dan itu pun bisa benar atau salah karena kita pun tidak melihatnya sendiri pada saat itu, tp yg jelas kalau kita runtut dari sudut pandang kitab suci agama baik Islam maupun Kristen bahkan Judaism pun, bahwa pada dasarnya bangsa Israel (sebutan dari keturunan Nabi Yakub) yg berjumlah 12 suku sudah mendiami tanah palestina yg notebene merupakan tanah yg dijanjikan ALLAH untuk didiami semenjak jaman sebelum Kristus (nabi Isa sampai berkembangnya agama Islam). Dan anehnya pada saat itu tidak ada istilah ini tanah Israel atau ini tanah milik Palestina. Mereka hidup rukun dan berbaur menjadi satu bangsa dan tidak ada yg namanya pembedaan Yahudi maupun Palestina.

    Mungkin, karena kepentingan2 politis saja yg saat ini makin mengacaukan kedamaian di Timur Tengah sana sehingga muncul claim untuk hak milik tanah tersebut. Apalagi kalau sampai menyudutkan pandangan agama tertentu. Sehingga bagi yg tidak tau permasalahan yg sebenarnya atau hanya ikut-ikutan saja sehingga terprofokasi untuk mengutuk rame bangsa tertentu atau agama tertentu. Please, jangan sampai itu terjadi.

    Harapan saya atau mungkin harapan kita semua, moga kedmaian bisa terjalin di Timur Tengah sana, sama seperti saat jaman sebelum dicetuskannya gerakan zionisme (kepentingan2 poiltis)

  3. Luk nantikan novel Dan Brown yang berjudul “SOLOMON KEY” nah disitu nanti jelas apa tujuan dari kaum yang disebut Zionist alias kaum yahudi

  4. Memang betul seperti yang dikatakan Bro Luke, kalau kita memang nggak melihat/mengalami sendiri kejadian atau keadaan ditanah pallestine pada saat itu, tapi perlu diingat juga bahwa kejadian awal mulai terjadinya “pencaplokan” tanah Palestine oleh “keparat zionis” ini belum terlalu lama banget kejadiannya, jadi menurut saya literatur-literatur atawa sejarah yang ditulis oleh ahli-ahli sejarah Timur Tengah tentang kesadisan bangsa zionis/israel keakuratan beritanya bisa diandalkan, karena saksi-saksi hidupnya saya kira juga masih banyak.
    Saya bukan anggota dari kelompok Islam Radikal apalagi yang fanatik terhadap agama tertentu, tapi saya kira keliru kalo kita mentolelir kebiadaban yang dilakukan israel terhadap bangsa Palestine, apalagi kalo kita melihat peta wilayah Palestine yang semakin lama semakin menciut karena dicaplok “bangsa bejat” ini, bukankah ini merupakan penghapusan/pemusnahan suatu bangsa oleh bangsa lain ? atau kalau orang-orang pinter bilang Genocyda ? masih kurang jahatkah Israel ini menurut Bro Luke, kalo batu dibalas dengan meriam, roket dibalas dengan gempuran dari darat,laut,dan udara yang membumi hanguskan seluruh kota dan isinya, seperti yang terjadi di GAZA beberapa waktu yang lalu ? Sorry Bro… kalo komentarnya terlalu panjang,
    sekali lagi sorry Bro… kalo pandangan kita agak sedikit Beda. tapi yang jelas sebagai makhluk yang hidup di planet yang sama kita harus kompak and rukun , ya nggak…? PEACE 1000X he..he..he…….

  5. wajar aja kalau beda pandangan, persepsi, menurut aku, apa yang tertulis adalam alkitab tidak bisa jadi patokan bahwa pemilik tanah palestina adalah orang israel, sebab, itu bukan sejenis sertifikat tanah. kaum zion itu adalah para perantau, dengan berbagai sebab, apapun alasannya. kalau mau pulang kampung halaman gg perlu dengan cara kekerasan, sebab, pada orang-orang yang tidak mempunyai, padayny akan diambil. apalagi merebut dengan cara kekerasan, saya yakin, agama yahudi pun melarang perbuatan seperti itu.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s