Lilin Harapan

candlejesusSuatu saat saya merasa putus asa. Mungkin dalam kehidupan anda pun pernah mengalami demikian. Namun ditengah keputusasaan ada sedikit “harapan” untuk tidak terus merenungi kegagalan tersebut.

Tidak hanya dalam kehidupan pribadi atau keluarga, dalam bermasyarakat pun mungkin banyak rakyat kecewa dengan sistem pemerintahan kita. Kebutuhan terus melonjak, belum lagi para politikus terus mengumbar janjinya untuk memperoleh dukungannya. Di sisi lain bencana banjir, tanah longsor semakin menambah beban kita semua untuk terus mengelus dada. Kasus lain lagi, demo terus berkelanjutan antara mahasiswa dengan pihak rektorat, bentrok dengan kepolisian. Perceraian melonjak, perang statement antara pengacara satu dengan lainnya. Kasus baru-baru ini, munculnya “dukun tiban” cilik dari jombang yang sempat meresahkan para pemuka agama.

Rasanya sudah tidak ada lagi kedamaian, iman dan cinta kasih diantara kita. Benarkah demikian?

Berikut ada sedikit ilustrasi slide yang mungkin bisa “mengobarkan” kembali IMAN, KEDAMAIAN dan CINTA kita yang mulai redup diterpa kepayahan akan waktu yang terus bergulir ini.

Smoga bermanfaat.

Advertisements

Wanita yang dicintai suamiku …

male+female

male+female

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman email dari seorang teman. Tadinya saya pikir ini email apaan kok begitu panjang seperti sebuah cerpen. Saya pun enggan membacanya, karena kesibukan lainya.  Saya yakin pembaca pun demikian jika menerima email yang terlalu panjang, pasti agak malas membacanya.

Namun semakin saya abaikan, saya jadi penasaran ingin membacanya couplesetelah itu.  Apalagi dengan judul yang menggoda selera untuk ‘mengeksplorasinya’ (biasa sifat lelaki). Singkat cerita tanpa disadari, emosi kelaki-lakian saya pudar, saya terhanyut dan tersentuh dengan cerita tsb. Bukan karena kisah yg menyedihkan, bukan pula cerita yang romantis. Namun dibalik itu semua, saya ambil hikmah nya. Ternyata “cinta” itu tidak bisa dipaksakan (possesive), “cinta” itu tidak selalu menuntut ini dan itu, dan “cinta” itu bukanlah sisi romantis saja. Atau “susana” yang indah melulu. Tapi cinta butuh pengorbanan, mau mengerti dan selalu peduli, bukan sebaliknya. Walaupun sulit rasanya untuk melakukannya. Rasanya mudah untuk diucapkan dan hanya angan dalam wicara namun sia-sia dalam perbuatan. Itulah kita. Saya sendiri pun demikian. Namun tak ada salahnya kalau kita belajar dari cerita ini. Tak ada salahnya untuk merubah “perbuatan cinta” kita yang “salah” selama ini terhadap pasangan kita, atau sekeliling kita.

Tanpa banyak basah-basih lagi, silahkan baca sendiri di link berikut. ‘Moga bermanfaat.

cinta-belakangan

Chocolate - Strawberry

Chocolate - Strawberry

Ini lho AKU …

Kadang kita merasa bisa mandiri tanpa menggantungkan orang lain jika kita punya kemampuan/kelebihan/kepintaran dibanding orang lain.

Dan parahnya, kecenderungan untuk merasa “lebih”, entah itu lebih pandai, entah itu lebih berpendidikan, lebih punya kedudukan/pangkat/posisi dan kelebihan-kelebihan lainya jika dibandingkan dgn orang sekitar kita. Dan justru inilah yg membuat kita sulit untuk diajak kerjasama dengan orang lain, yang kebetulan punya “kekurangan ” dibandingakan dengan kita. Sehingga muncul pemikiran : “Aku bisa kerja sendiri dan mampu tanpa mereka, dan kesukseskanku adalah usahaku, aku tidak butuh mereka yang hanya menghambat karirku saja. Aku gak butuh dia, gak pathek en“.

Tapi sebenarnya justru itulah pada awalnya TUHAN menciptakan manusia Adam tidak seorang diri, namun dibuatNYAlah seorang teman, manusia Hawa yang lain dari diri Adam. TUHAN pun tidak bisa “berkarya” seorang diri, (meski DIA sebenarnya dengan KE-MAHA MAMPUAN-NYA bisa melakukan apa yg dikehendakiNYA) maka diutusNYAlah para Nabi serta rasul2xNYA untuk membuat dunia ini semakin baik.

Nah bercermin dari sinilah kita mencoba memagnai misteri hidup bersama dengan sesama, saling membutuhkan satu sama lain, dan saling melengkapi satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berikut ini, adalah slide singkat yang saya sadur dari seorang pakar motivator Gedhe Prama walaupun dengan sedikit penggabungan beberapa modifikasi. Harapan saya moga bermanfaat. itu aja.

“Holly War”

Daud V.S. Goliath

Daud V.S. Goliath

Wes jan… ora mari-mari. Perpetual Horror. Konflik Timur tengah tiada hentinya.

Kenapa masih saja konflik terus berkepanjangan. Tidak ada satu pun yang mengalah. Masing-masing berebut “kebenaran”. Warga sipil jadi korban, sementara pemimpin mereka “berkonspirasi” demi ego kekuasaan semu. Rakyat menderita, tidak perduli. Rakyat menjerit biarkanlah. Sementara rakyat sudah habis angannya. Kepasrahan tinggallah.

pucing dech...

pucing dech...

Dari sinilah kita semua diajak melihat dengan mata hati. Mata “mendhelik” cungkilah. S’bab dengan mata hati kita akan sangat ‘mengerti” dan peduli sekali akan penderitaan rakyat sipil. Tapa memihak. Tanpa terprofokasi. Tanpa panas hati.

Lihatlah balita ini. Tidak tahu apa yang “sebenarnya” terjadi. Tidak tahu tempat bermain yang aman bagi mereka. Yang mereka ketahui hanyalah bermain “petak umpet” bersama ibunya sudah merupakan bagian dari hidupnya sehari-hari. Pindah dari tempat persembunyian satu ke tempat persembunyian lainnya. Sementara ayah mereka tidak tahu entah kemana. “Mengumpet” terus selamanya dan tidak muncul-muncul lagi.

Saudaraku terkasih…

Masihkan kita semua beropini ini…

Masihkah kita semua beropini itu…

Sementara mereka butuh “kepedulian” nyata bukan sekedar angan dan wicara serta air mata. Buanglah jauh-jauh perasan mencemooh :

“BANGSAT!!!”

“TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN!!!”

“DASAR BANGSA LICIK!!!”

“SAK KAREPE DHEWE!!!”

TAHANLAH Jyhad yang justru menambah penderitaan bagi keluarga serta anak-anak kita. TAHANLAH memprofokasi sesama kita untuk semakin anti akan bangsa itu. Karena kita sebenarnya tidak mengetahui permasalahan sesungguhnya antara ke-dua bangsa bertikai tsb. Namun berJYHADlah dengan do’a. Karena hanya melalui do’a lah yang bisa kita lakukan. Semoga pemimpin bangsa kedua belah pihak MAU menjalin hubungan baik. Semoga pemimpin bangsa kedua pihak MULAI peduli dengan rakyatnya. AMIN

Let's Start Making Peace

Let's Start Making Peace