Ini lho AKU …

Kadang kita merasa bisa mandiri tanpa menggantungkan orang lain jika kita punya kemampuan/kelebihan/kepintaran dibanding orang lain.

Dan parahnya, kecenderungan untuk merasa “lebih”, entah itu lebih pandai, entah itu lebih berpendidikan, lebih punya kedudukan/pangkat/posisi dan kelebihan-kelebihan lainya jika dibandingkan dgn orang sekitar kita. Dan justru inilah yg membuat kita sulit untuk diajak kerjasama dengan orang lain, yang kebetulan punya “kekurangan ” dibandingakan dengan kita. Sehingga muncul pemikiran : “Aku bisa kerja sendiri dan mampu tanpa mereka, dan kesukseskanku adalah usahaku, aku tidak butuh mereka yang hanya menghambat karirku saja. Aku gak butuh dia, gak pathek en“.

Tapi sebenarnya justru itulah pada awalnya TUHAN menciptakan manusia Adam tidak seorang diri, namun dibuatNYAlah seorang teman, manusia Hawa yang lain dari diri Adam. TUHAN pun tidak bisa “berkarya” seorang diri, (meski DIA sebenarnya dengan KE-MAHA MAMPUAN-NYA bisa melakukan apa yg dikehendakiNYA) maka diutusNYAlah para Nabi serta rasul2xNYA untuk membuat dunia ini semakin baik.

Nah bercermin dari sinilah kita mencoba memagnai misteri hidup bersama dengan sesama, saling membutuhkan satu sama lain, dan saling melengkapi satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berikut ini, adalah slide singkat yang saya sadur dari seorang pakar motivator Gedhe Prama walaupun dengan sedikit penggabungan beberapa modifikasi. Harapan saya moga bermanfaat. itu aja.