“Holly War”

Daud V.S. Goliath

Daud V.S. Goliath

Wes jan… ora mari-mari. Perpetual Horror. Konflik Timur tengah tiada hentinya.

Kenapa masih saja konflik terus berkepanjangan. Tidak ada satu pun yang mengalah. Masing-masing berebut “kebenaran”. Warga sipil jadi korban, sementara pemimpin mereka “berkonspirasi” demi ego kekuasaan semu. Rakyat menderita, tidak perduli. Rakyat menjerit biarkanlah. Sementara rakyat sudah habis angannya. Kepasrahan tinggallah.

pucing dech...

pucing dech...

Dari sinilah kita semua diajak melihat dengan mata hati. Mata “mendhelik” cungkilah. S’bab dengan mata hati kita akan sangat ‘mengerti” dan peduli sekali akan penderitaan rakyat sipil. Tapa memihak. Tanpa terprofokasi. Tanpa panas hati.

Lihatlah balita ini. Tidak tahu apa yang “sebenarnya” terjadi. Tidak tahu tempat bermain yang aman bagi mereka. Yang mereka ketahui hanyalah bermain “petak umpet” bersama ibunya sudah merupakan bagian dari hidupnya sehari-hari. Pindah dari tempat persembunyian satu ke tempat persembunyian lainnya. Sementara ayah mereka tidak tahu entah kemana. “Mengumpet” terus selamanya dan tidak muncul-muncul lagi.

Saudaraku terkasih…

Masihkan kita semua beropini ini…

Masihkah kita semua beropini itu…

Sementara mereka butuh “kepedulian” nyata bukan sekedar angan dan wicara serta air mata. Buanglah jauh-jauh perasan mencemooh :

“BANGSAT!!!”

“TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN!!!”

“DASAR BANGSA LICIK!!!”

“SAK KAREPE DHEWE!!!”

TAHANLAH Jyhad yang justru menambah penderitaan bagi keluarga serta anak-anak kita. TAHANLAH memprofokasi sesama kita untuk semakin anti akan bangsa itu. Karena kita sebenarnya tidak mengetahui permasalahan sesungguhnya antara ke-dua bangsa bertikai tsb. Namun berJYHADlah dengan do’a. Karena hanya melalui do’a lah yang bisa kita lakukan. Semoga pemimpin bangsa kedua belah pihak MAU menjalin hubungan baik. Semoga pemimpin bangsa kedua pihak MULAI peduli dengan rakyatnya. AMIN

Let's Start Making Peace

Let's Start Making Peace